Jumat, 07 Juli 2006

Beranda » Syiah Lahir dari Balas Dendam Majusi yang Berkomplot dengan Yahudi

Syiah Lahir dari Balas Dendam Majusi yang Berkomplot dengan Yahudi

Ustadz Abu Rusydan dalam kajian solidaritas dan penggalangan dana untuk kaum muslimin di Suriah dengan tajuk “Save Syria – Let’s Pray For Them” di masjid Baitul Makmur, Solo Baru Sukoharjo Jawa Tengah, pada Ahad pagi (15/7/2012) menjelaskan bahwa Syi’ah adalah sekte diluar Islam. Karenanya sangat aneh jika ada sebagian kaum muslimin yang berkata Syi’ah adalah sebuah mazhab dari salah satu mazhab dalam Islam.


“Ada yang berpendapat bahwa itu konflik Suriah itukan konflik sektarian, antara sekte Syi’ah dengan sekte Sunni. Sekali lagi saya sampaikan ayyuhal ikhwah, didalam sebuah kitab “Ja’a Daurul Majus” disebutkan bahwa Syiah itu bukan sekte Islam, Syi’ah itu bukan Madzhab dalam Islam,” ungkap ustadz asal Kudus tersebut.



Dan berangkatnya Syi’ah itu berasal dari balas dendamnya Majusi Persi terhadap Islam, kemudian mereka berkolaborasi dengan Yahudi dan Nashrani





Menurutnya dalam sejarah awal kemunculan Syi’ah saja sudah bisa diketahui bahwa lahirnya Syi’ah adalah dari Majusi yang bermotif balas dendam. Jadi mana mungkin ada Majusi yang termasuk dalam salah satu golongan Islam.



“Tapi akar munculnya Syi’ah itu adalah dari Majusi. Bahwa hari ini Majusi sudah memegang peranan yang sangat luar biasa dengan menancapkan kuku-kukunya dan taring-taringnya didunia islam. Dan berangkatnya Syi’ah itu berasal dari balas dendamnya Majusi Persi terhadap Islam, kemudian mereka berkolaborasi dengan Yahudi dan Nashrani,” ujar ustadz yang pernah menempuh pendidikan militer di Afghanistan ini.


Kemudian, mantan petinggi Jamaah Islamiah itu juga memaparkan bahwa sebetulnya antara Iran (Syi’ah), Amerika (Nasharani) dan Israel (Yahudi) adalah satu tubuh atau bersekongkol, hal ini terlihat saat pemerintahan Taliban di Afghanistan jatuh.




“Salah satu konspirasi Iran, Amerika dan Aliansi Utara nampak saat Taliban di Afghanistan jatuh, jangan sampai Ahlus Sunnah yang berkuasa untuk memilih pemimpin, apakah Amanulloh Khan atau yang lainnya. Akhirnya mereka memilih Hamid Karzai. Dan Hamid Karzai adalah pengikut Baha’i salah satu sekte dari Syi’ah, dan setelah saya ketahui ternyata Mahmud Abbas Syi’ah Al-Babiyah. Jadi sekali lagi, Syi’ah sampai hari ini dengan segala sektenya apapun namanya adalah kebathilan yang kemudian diretas oleh penjajah barat,” paparnya.

(Bekti Sejati/Kru FAI)