Ilmuwan dari Zaman Almoravid (4-habis)

Ilmuwan dari Zaman Almoravid (4-habis)





Ilustrasi


Pemikirannya memiliki pengaruh yang jelas pada Ibnu Rusyd. Kebanyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur baik) karena kematiannya yang cepat.

Buah pikirnya yang paling populer adalah “Risalah Al-Wida”. Dalam kitab itu Ibnu Bajjah menceritakan tentang ketuhanan, kewujudan manusia, alam, dan uraian mengenai bidang perobatan.

Karya Ibnu Bajjah lainnya yang berpengaruh adalah “Kitab Tadbir Al-Mutawahhid”. Kitab itu mengungkap pandangannya dalam bidang politik dan filsafat. Ia lebih menekankan kehidupan individu dalam masyarakat yang disebut Mutawahhid.

Risalah Tadbir Al-Mutawahhid itu diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol. Karya lainnya adalah risalah “Al-Ittisal Al-Aql bi Al-Insan”. Karya yang satu ini mengupas secara detail tentang hubungan akal dengan manusia.

Ibnu Bajjah juga telah menulis sebuah buku yang berjudul “Al-Nafs”, yang membicarakan persoalan jiwa. Kitab itu juga menerangkan persoalan yang berkait tentang jiwa manusia dengan Tuhan dan pencapaian manusia yang tertinggi daripada kewujudan manusia yaitu kebahagiaan.

Pembicaraan itu banyak dipengaruhi oleh gagasan pemikiran filsafat Yunani, seperti Aristoteles, Galenos, Al-Farabi, dan Al-Razi.

Berkat kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tak mengherankan jika Ibnu Bajjah dinobatkan sebagai ilmuwan yang hebat dan sangat dihormati sepanjang sejarah. “Kedudukan Ibnu Bajjah setara dengan Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, dan Al-Farabi,” kata sejarawan besar, Ibnu Khaldun.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Nidia Zuraya